Kode: FAR192021
SKS: 2
Semester 2
RESKI MULIA
1. Menjelaskan Konsep dasar rheologi dalam sistem farmasi
2. Mengidentifikasi Jenis aliran bahan : Newto dan nonnewtoin
3. Menganalisis parameter Rheologi
4. Menerapkan konsep rheologi dalam formulasi suspensi, emulsi dan gel
5. Mengaitkan sifat rheologi dengan stabilitas dan kinerja sediaan farmasi
1.Emulsi – definisi & jenis
2. Teori Emulsifikasi
3. HLB & Stabilitas Emulsi
4. Disolusi - Konsep Dasar
5. Faktor yang memengaruhi Disolusi
6. Disolusi & Bioavaibilitas
7. Disintegrasi Tablet/ Kapsul
8. Formulasi & Evaluasi sediaan
Dosen Pengampu
apt. Reski Mulia., M.Farm
1. Konsep Kerapatan (Densitas) dan Bobot Jenis
Kerapatan adalah perbandingan antara massa dan volume suatu zat (ρ = m/V), sedangkan bobot jenis adalah perbandingan kerapatan suatu zat terhadap kerapatan air. Kedua konsep ini penting dalam sistem farmasi untuk menggambarkan sifat fisik bahan.
2. Perbedaan Kerapatan dan Bobot Jenis
Kerapatan memiliki satuan (g/mL atau kg/m³), sedangkan bobot jenis tidak bersatuan karena merupakan perbandingan. Kerapatan bergantung pada massa dan volume, sedangkan bobot jenis menunjukkan hubungan relatif terhadap air pada kondisi tertentu.
3. Perhitungan Kerapatan dan Bobot Jenis
Kerapatan dihitung dengan rumus ρ = m/V, sedangkan bobot jenis dihitung dengan membandingkan kerapatan zat terhadap kerapatan air. Perhitungan ini digunakan untuk menentukan karakteristik fisik bahan berdasarkan data eksperimen.
4. Penerapan dalam Evaluasi Sediaan Farmasi
Kerapatan dan bobot jenis digunakan untuk evaluasi kualitas sediaan, seperti konsistensi, kemurnian, dan keseragaman. Parameter ini penting dalam kontrol mutu dan penentuan formulasi obat.
5. Kaitan dengan Sifat Fisik dan Kualitas Obat Kerapatan dan bobot jenis berhubungan dengan sifat fisik seperti viskositas, stabilitas, dan homogenitas. Parameter ini membantu menilai kualitas bahan obat serta memastikan kesesuaian dengan standar farmasi.
1. Konsep Dasar Termodinamika
Termodinamika mempelajari energi dan perubahannya dalam sistem. Dalam farmasi, konsep ini digunakan untuk memahami sistem (obat), lingkungan, serta hukum-hukum termodinamika yang mengatur arah dan keseimbangan proses.
2. Perubahan Energi (ΔH, ΔS, dan ΔG)
Perubahan entalpi (ΔH) menunjukkan pertukaran panas, entropi (ΔS) menggambarkan tingkat ketidakteraturan, dan energi bebas Gibbs (ΔG) menentukan spontanitas proses. Proses dengan ΔG negatif berlangsung spontan dan memengaruhi stabilitas sistem farmasi.
3. Energi Bebas Gibbs dan Kesetimbangan
Energi bebas Gibbs berhubungan dengan kesetimbangan sistem. Pada kondisi setimbang, ΔG = 0. Konsep ini digunakan untuk memprediksi arah reaksi dan kestabilan sistem dalam formulasi obat.
4. Prinsip Termodinamika dalam Proses Farmasi
Prinsip termodinamika diterapkan dalam proses seperti kelarutan, distribusi, dan stabilitas obat. Faktor energi dan kondisi lingkungan memengaruhi efektivitas serta kinerja sediaan farmasi.
5.Termodinamika dan Fenomena Fisik
Termodinamika menjelaskan fenomena fisik seperti perubahan fase dan interaksi molekul. Interaksi antar molekul memengaruhi sifat fisik, stabilitas, dan performa obat dalam sistem farmasi.
Solubility & Solution Properties of Drugs
mampu menjelaskan ruang lingkup Farmasi Fisika, konsep dasar yang dipelajari, serta perannya dalam pengembangan dan formulasi sediaan farmasi.
1. Kontrak Perkuliahan
2. RPS dan metode Pembelajaran
3. Pendahuluan